Isnin, 28 Februari 2011

Saudah Binti Zam'ah

Ummul Mu'minin Kedua

Setelah Ummul Mu'minin yang pertama, Siti Khadijah r.a wafat, hidup Rasulullah s.a.w kekosongan. Rasulullah s.a.w sepanjang masanya memikul berat tangungjawab dakwah dan jihad di dalam penyeruannya kepada Allah SWT. Musuh-musuhnya berada di sekeliling pinggang. Bukan sahaja dari kaumnya malah dari keluarganya sendiri. Para sahabat baginda s.a.w merasa kasihan melihat keadaannya. Mereka melihat di wajah Rasulullah s.a.w masih bersedih dengan kewafatan Siti Khadijah r.a. Mereka merasakan Rasulullah mesti berkahwin lagi agar tiada lagi kesedihan dan dapat berkongsi segala permasalahan dan urusan dakwahnya. Namun tiada seorang pun berani membuka mulut menganjurkan tentang perkahwinan kepada Rasulullah.

Demikianlah, baginda terus menanggung semua penderitaan hidup sendirian hinggalah akhirnya datang Khulah binti Hakim membuka pintu hati baginda yang tertutup. Khaulah bertelempuh di hadapan Rasulullah s.a.w dengan lemah lembut dan penuh belas kasihan. Dia telah menimbulkan perasaan Rasulullah s.a.w terhadap Siti Khadijah dan dengan pintar dan penuh bijaksana Khaulah mencadangkan agar baginda mencari pengganti dan berkahwin lagi.

Mendengarkan itu Rasulullah s.a.w merenung hiba seolah-olah dia sedang bertafakur mengingatkan segala peristiwa lama yang berlalu dalam hayatnya...

....bermula dengan membawa dagangan Siti Khadijah ke Syam. Sekembali dari Syam membuat laporan kepadanya. Akhirnya Rasulullah menerima pinangan dan berkahwin dengannya. Siti Khadijah telah membuka rumah dan hatinya, mencintai dan merubah hidupnya. Melahirkan baginya putera dan puteri, memelihara penuh kasih sayang.
.....teringat peristiwa ia menggeletar didatangi Jibril membawa wahyu daripada Allah SWT, Siti Khadijah r.a metenteramkannya. Mengenang di hari kewafatannya, hari pengembumiannya....dan kini Rasulullah sendirian kekosongan jiwa...

Tunduk mengimbau semua peristiwa...tiba-tiba Rasulullah mengangkat kepalanya dan bertanya kepada Khaulah dengan tegas :
"Dan siapa lagi sesudah Khadijah?"

Khaulah telah bersedia dengan jawapan, " Aisyah" katanya. "Dia bukankah puteri temanmu yang paling akrab?"

Rasulullah s.aw mengenali Aisyah seorang gadis yang lemah lembut, sentiasa girang, cantik dan pintar. Puteri kepada Abu Bakar yang telah berkorban untuk perjuangan baginda. Namun Aisyah terlalu kecil untuk berkahwin.

Khaulah memahami apa yang difikirkan Rasulullah s.a.w lantas mencadangkan untuk meminang Aisyah, tunggu dia setelah besar sedikit dan cukup masanya kemudian berkahwin. Sementara itu Khaulah mencadangkan Rasulullah s.a.w menikahi Saudah binti Zam'ah dahulu supaya dia boleh menjaga urusan rumahtangga dan memelihara puteri-puteri baginda yang memerlukan ibu dan kasih sayang.

Cadangan Khaulah dipersetujui Rasulullah s.a.w lalu dibenarkannya untuk meminang Saudah untuknya.









Jumaat, 25 Februari 2011

Satu Gereja Masuk Islam



Perhatian:
Catatatan ini saya ambil dari persedian bahan (aqidah) usrah anak saya. Cerita ini nampaknya sudah lama tetapi saya masih hendak ambil sebagai catatan untuk mereka yang belum mengetahuinya.




Subhanallah Satu Gereja Masuk Islam Gara-Gara Seorang Pemuda Islam di Amerika
Posted on 12 Juni 2010 by Abdul Ghofur

Sebuah kisah nyata yg terjadi di negerinya Paman Sam. Patut kita ambil hikmahnya, diantaranya :
1. Kebenaran Islam yang nyata,
2. Sangat beratnya timbangan kalimat syahadat,
3. Pentingnya bagi pemuda Muslim untuk menuntut ilmu,
4.Dsb.
Simak saja kisahnya… Satu gereja masuk Islam benarkah? Semoga ALLAH mengijinkan kita menjadi pemuda seperti beliau, Amiiin….. Kisah Nyata Seorang Pemuda Arab Yang Menimba Ilmu Di Amerika Rabu, 22 Februari 06 Ada seorang pemuda arab yang baru saja me-nyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika.Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya. Selain belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika, ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani.Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah masuk Islam.
Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas di dekat sebuah gerejayang terdapat di kampung tersebut.Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja. Semula ia berkeberatan, namun karena ia terus mendesak akhirnya pemuda itupun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka.
Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan lantas kembali duduk. Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, “Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini.” Pemuda arab itu tidak bergeming dari tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergeming dari tempatnya. Hingga akhirnya pendeta itu berkata, “Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya.” Barulah pemuda ini beranjak keluar.
Di ambang pintu ia bertanya kepada sang pendeta, “Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang muslim.” Pendeta itu menjawab, “Dari tanda yang terdapat di wajahmu.” Kemudian ia beranjak hendak keluar, namun sang pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini, yaitu dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memojokkan pemuda tersebut dan sekaligus mengokohkan markasnya. Pemuda muslim itupun menerima tantangan debat tersebut. Sang pendeta berkata, “Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menjawabnya dengan tepat.” Si pemuda tersenyum dan berkata, “Silahkan! Sang pendeta pun mulai bertanya,
1. Sebutkan satu yang tiada duanya,
2. dua yang tiada tiganya,
3. tiga yang tiada empatnya,
4. empat yang tiada limanya
5. lima yang tiada enamnya,
6. enam yang tiada tujuhnya,
7. tujuh yang tiada delapannya,
8. delapan yang tiada sembilannya,
9. sembilan yang tiada sepuluhnya,
10. sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh,
11. sebelas yang tiada dua belasnya,
12. dua belas yang tiada tiga belasnya,
13. tiga belas yang tiada empat belasnya.
14. Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh!
15. Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?
16. Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga?
17. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyu- kainya?
18. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!
19. Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang
terpelihara dari api?
20. Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yg diadzab dengan batu dan siapakah yg terpelihara dari batu itu?
21. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar!
22. Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?”
Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu tersenyum dengan senyuman mengandung keyakinan kepada Allah. Setelah membaca basmalah ia berkata,
1. Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.
2. Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang. Allah SWT berfirman, “Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami).” (Al-Isra’:12) .
3. Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir
menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.
4. Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan Al-Qur’an.
5. Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima waktu.
6. Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ketika Allah SWT menciptakan makhluk.
7. Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuh lapis. Allah SWT berfirman, “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.” (Al-Mulk:3).
8. Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah SWT berfirman,
“Dan malaikat-malaikat berada dipenjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy Rabbmu di atas(kepala) mereka.” (Al-Haqah: 17).
9. Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu’jizat yang diberikan kepada Nabi Musa : tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang dan *
10 .Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah kebaikan. Allah SWT berfirman, “Barangsiapa yang
berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat.” (Al-An’am: 160).
11. Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah saudara-saudara Yusuf.
12. Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mu’jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah,
“Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, ‘Pukullah batu itu dengan tongkatmu.’ Lalu memancarlah dari padanya dua belas mata air.” (Al-Baqarah: 60).
13. Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah saudara Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.
14. Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Shubuh. Allah SWT berfirman, “Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing. ” (At-Takwir:18).
15. Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus AS.
16. Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Yusuf, yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya,”Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami,lalu dia dimakan serigala.” Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka, ” tak ada cercaaan ter-hadap kalian.” Dan ayah mereka Ya’qub berkata, “Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
17. Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara keledai. Allah SWT
berfirman, “Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai.” (Luqman: 19).
18. Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibu adalah Nabi Adam, malaikat, unta Nabi Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.
19. Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah SWT berfirman, “Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim.” (Al-Anbiya’: 69).
20. Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua).
21. Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah tipu daya wanita, sebagaimana
firman Allah SWT, “Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar.” (Yusuf: 2)
22. Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah hari dan buahnya adalah shalat yang lima waktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang hari.
Pendeta dan para hadirin merasa takjub mendengar jawaban pemuda muslim tersebut.Kemudian ia pamit dan beranjak hendak pergi. Namun ia mengurungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh sang pendeta.
Pemuda ini berkata, “APAKAH KUNCI SURGA ITU?” mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia berusaha menyembunyikan kekhawatirannya, namun hasilnya nihil. Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak.
Mereka berkata, “Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya! “
Pendeta tersebut berkata, “Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, namun aku takut kalian marah. “
Mereka menjawab, “Kami akan jamin keselamatan anda.”
Sang pendeta pun berkata, “Jawabannya ialah: ASHADU AN LA ILAHA ILLALLAH WA ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH.”
Lantas sang pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu memeluk agama Islam. ALLAHU AKBAR! Sungguh Allah telah menganugrahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa.** Subhanallah…!!
(Semua itu tentu dengan Ilmu……)
Sumber:
disini




Rabu, 23 Februari 2011

Siti Khadijah Binti Khuwailid

Ummul Mu'minin Pertama




Suatu ketika apabila Nabi Muhammad s.a.w kembali ke rumahnya dari perniagaan ke Syam, khadam Siti Khadijah yang bernama Maisarah yang telah ikut menemani Nabi Muhammad s.a.w ke sana telah terlebih dahulu menemui puannya. Maisarah telah menceritakan tentang kebaikan sifat Nabi Muhammad s.a.w, ketinggian akhlaknya, kecekapannya, kecerdasan akalnya, kelemah-lembutanya, yang semua itu telah menyebabkan perniagaan Siti Khadijah mendapat keuntungan yang besar yang berlipat ganda. Keuntungan yang dicapainya itu sungguh luar biasa sekali.

Apabila Nabi Muhammad s.a.w tiba sahaja di rumah Siti Khadijah untuk melaporkan keadaan perniagaan itu dengan mukanya yang manis bercahaya dan peribadinya yang sangat mulia, Siti Khadijah datang segera untuk menyambutnya serta mengalu-alukannya dengan suara yang lemah lembut dan penuh kesantunan. Ketika mata mereka bertemu, Nabi Muhammad s.a.w menundukkan pandangannya dengan penuh hormat.

Sebaik-baik sahaja pemuda yang bernama Muhammad itu beredar dari rumahnya, Siti Khadijah terasa di dalam dirinya semacam perasaan yang belum pernah dia merasakan seumpama itu sebelumnya sejak sekian lama. Dia lalu bertanya ke dalam dirinya, apakah masih boleh lagi ia memulakan hidup barunya? Apabila dia meneliti semula semua perasaan itu, dia merasa serba salah dan bimbang sekali. Dia masih belum tahu apakah pemuda kacak ini yang telah menolak ramai perawan-perawan Makkah dan jelitawan-jelitawan suku Bani Hasyim, yang usianya masih muda hanya 25 tahun akan menerimanya pula sedang dia sudah menjangkau usia 40 tahun. Kalaulah ibu Muhammad iaitu Aminah masih lagi hidup nescaya usia ibunya itu masih belum lebih dari usianya sendiri.

Siti Khadijah binti Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushai adalah dari golongan pembesar Makkah. Ada riwayat yang mengatakan bahawa dia telah dilahirkan pada tahun 68 sebelum Hijrah iaitu 15 tahun sebelum Tahun Gajah. Tahun Gajah itu ialah tahun kelahiran Rasulullah saw. Ini bermakna beza antara usia Siti Khadijah dan Rasulullah s.a.w adalah 15 tahun. Perbezaan usia yang begitu jauh menjadi kebimbangan Siti Khadijah.

Siti Khadijah telah berkahwin sebanyak dua kali.
Suaminya yang pertama ialah Atiq bin A'idz bin Abdullah Al-Makhzumi. Dia telah meninggal dunia dan mereka mempunyai seorang puteri yang sudah cukup umur untuk berkahwin. Suaminya yang kedua ialah Abu Halah bin Zurarah. Dia juga telah menginggal dunia dan mereka mempunyai seorang putera iaitu Hind bin Abu Halah. Sesudah itu Siti Khadijah menutup pintu hatinya dari berkahwin lagi meskipun ramai pembesar-pembesar Makkah telah datang melamarnya. Tetapi kini dia mendapati persaannya begitu terharu dan fikirannya terlalu risau tidak menentu. Dengan usaha orang tengah iaitu Nafisah binti Munyah, Siti Khadijah telah meminang Rasulullah s.a.w menerusi bapa saudaranya yang bernama Abu Talib. Peminangan Siti Khadijah telah diterima oleh Rasulullah s.a.w.

Akhirnya Siti Khadijah berkahwin dengan Rasulullah s.a.w.
Perkahwinan itu disambut dengan upacara yang luar biasa, di mana ramai pembesar-pembesar Makkah telah turut menghadirinya.
Perkahwinan Siti Khadijah dan Nabi Muhammad s.a.w telah membuka gerbang baru dalam kehidupan Nabi Muhammad s.a.w. Perubahan ini telah meninggalkan kesan yang mendalam dalam kehidupan dan perutusannya sebagai Nabi dan Rasul.

Siti Khadijah r.a sebagai Ummul Mu'minin yang pertama mempunyai keistimewaan-keistimewaan yang tersendiri berbeza dari sekalian isteri-isteri Nabi yang lain. Keistimewaan Siti Khadijah r.a itu penting dan menonjol sekali. Dia adalah seorang wanita yang jelitawan, mempunyai harta kekayaan dan tergolong antara orang-orang yang ternama di Makkah. Keturunannya mulia. Dari sebelah ayahnya berakhir kepada Qushai manakala dari sebelah ibunya yang bernama Fatimah, bersambung kepada Zaidah bin Al-Asham bin Harm bin Rawahah.

Siti Khadijah r.a telah memberikan kepada Nabi Muhammad s.a.w yang muda itu pertimbangan belas kasihan, kemasyarakatan, ketenangan, kekeluargaan dan kewangan yang banyak membantunya untuk mendalami pemikiran dan renungannya di dalam hidup bersama.

Siti Khadijah telah melahirkan anak bersama Rasulullah s.a.w seramai enam orang. Nabi Muhammad s.a.w tidak memperolehi anak melalui perkahwinan yang terkemudian. Siti Khadijah r.a telah menanggung berbagai penderitaan bersama-sama Rasulullah s.a.w dalam penyeruannya kepada Islam. Dia juga telah merasakan kepiluan bersam-sama Rasulullah s.a.w ketika menghadapi kewafatan dua orang anak lelakinya yang bernama Al-Qasim dan Abdullah. Empat orang puterinya ialah Zainab, Ruqaiyah, Ummi Kaltsum dan Fatimah, radhiallahu-anhunna.

Sewaktu Nabi Muhammad s.a.w bertapa di dalam gua Hira', tenggelam dalam pemikiran dan merenung segala rahsia-rahsia alam yang halus, maka turunlah wahyu ke atasnya pada malam Lailatul-Qadr membawa perutusan kenabian kepadanya. Dia takut dan menggeletar lalu lari penuh terharu dan bimbang meninggalkan gua itu ke rumah.
Apabila sampai sahaja di rumah, Siti Khadijah menyambutnya dengan penuh kahairanan. keadaan Nabi Muhammad s.a.w hari itu lain sekali tidak seperti kebiasaannya. Badannya bergoncang dan suaranya terputus-putus ketika dia menceritakan kejadian yang dialaminya. Siti Khadijah berperanan dengan penuh belas kasihan, merangkul Rasulullah s.a.w seperti seorang ibu merangkul anaknya, penuh kasih sayang. Siti Khadijah r.a lalu berkata kepada Rasulullah s.a.w :
"Allah akan memeliharamu, wahai bapak Al-Qasim! Gembiralah wahai anak paman dan tetapkanlah dirimu! Demi jiwa Khadijah yang ada dalam genggamanNya, saya berharap engkau akan menjadi Nabi umat ini......"

Takkala kata-kata itu sampai ke dalam telinganya, Rasulullah s.a.w merasa aman, tenang dan penuh kepercayaan kepada dirinya. Batinnya mula tenteram dan kebimbangan yang mengelubungi kalbunya pun hilang dengan serta-merta.

Siti Khadijah r.a lalu menasihatinya supaya berehat dan tidur. Kemudian Siti Khadijah menuju ke rumah sepupunya Waraqah bin Naufal. Waraqah sudah lama meninggalkan agama wasani dan kini memeluk Agama Masihi. Dia adalah seorang tua yang terhormat dan telah banyak membaca buku-buku agama tua. Sebaik-baik sahaja dia mendengar apa yang diceritakan oleh Siti Khadijah tentang peristiwa yang berlaku ke atas diri Nabi Muhammad s.a.w itu, dia kelihatan bergoncang dan bingkas bangun seraya mengangkat suaranya dengan bersemangat :
"Quddus.....Quddus......! Demi jiwa Waraqah yang ada didalam genggamanNya, andaikata apa yang kau ceritakan padaku ini benar, maka yang datang kepada Muhammad itu ialah Namus Agung (Jibril) yang pernah datang kepada Musa dan Isa. Sesungguhnya dia ini adalah Nabi umat ini......Beritahulah kepadanya supaya bertenang dan tetapkan hati!"

Sejak detik yang mulia lagi diberkati itu, berakhirlah peringkat pertama dari kehidupan Nabi Muhammad s.a.w dengan Siti Khadijah r.a. Kini peringkat keduanya bermula iaitu peringkat kehidupan di mana Siti Khadijah r.a menjadi seorang Mu'minah yang pertama.

Di dalam sejarah Islam Siti Khadijah r.a adalah orang yang pertama beriman dengan seruan Nabi Muhammad s.a.w. Dia telah mendampingkan diri ke dalam peringkat-peringkat dakwah tahap demi tahap. Dia juga membantu menyokong Nabi Muhammad s.a.w dalam segala lapangan. Dia menanggung segala penderitaan hidup dan penekanan kaumnya bersama nabi Muhammad s.a.w. Dia sanggup meninggalkan rumahnya dan berada bersama-sama nabi Muhammad s.a.w ketika kaum Muslimin diboikot dan disingkirkan dari kaum Quraisy di Syi'ib Abu Talib selama tiga tahun, menderita segala kepayahan dan kesusahan. Dia tetap dalam keadaan hati yang penuh iman, sabar dan teguh, sehinggalah Abu Talib, bapa saudara Nabi Muhammad s.a.w meninggal dunia.

Dengan tiba-tiba Siti Khadijah r.a jatuh sakit.
Kesedihan atas pemergian Abu Talib masih belum hilang lagi dalam sanubari Nabi Muhammad s.a.w. kini bertambah pilu atas musibah yang menimpa Siti Khadijah r.a. Siti Khadijah terpaksa menetap dipembaringannya. Kesakitannya kelihatan tidak akan sembuh dan masanya kelihatan akan habis dan akan meninggalkan Nabi Muhammad s.a.wa Namun begitu Nabi Muhammad s.a.w tetap barada disisinya, menjaganya, mengembirakan hatinya hinggalah dia menghembuskan nafasnya yang terakhir iaitu tiga hari selepas dia jatuh sakit. Siti Khadijah r.a pergi dalam keadaan yang tenang dan tenteram. Dihadapannya suaminya dan kekasihnya sedang menunggu iaitu Nabi Muhammad s.a.w, yang telah ia beriman dengannya, menganut perutusannya dan membantunya hingga ke akhir nafas hayatnya.

Siti Khadijah r.a telah hidup bersama-sama Rasulullah s.a.w yang mulia itu selama 24 tahun. Di sepanjang masa itu, Siti Khadijah r.a tetap menjadi suri rumahtangga dan kekal menjadi isteri yang satu-satunya kepada Rasulullah s.a.w. Nabi Muhammad s.a.w tidak berkahwin lagi melainkan sesudah Siti Khadijah r.a wafat pada usia 64 tahun dan 6 bulan.
Apabila Siti Khadijah r.a wafat, Nabi Muhammad s.a.w sendiri mengangkatnya dengan tangannya yang mulia dan meletakkannya ke dalam liang lahad.

Setelah wafatnya Siti Khadijah r.a Ummul Mu'minin yang pertama bermulalah peringkat baru dalam kehidupan Rasulullah s.a.w. Kaum Quraisy sudah tidak ada orang yang akan disegani lagi sesudah kewafatan Abu Talib dan Siti Khadijah. Maka orang Makkah semakin buas menimpakan kesusahan dan penganiayaan ke atas Muslimin. Kaum Muslimin mula mencari tempat keamanan. Ada yang berhijrah ke Habasyah (Etiopia) dan ada pula ke Yatsrib (Madinah).

Masa berlalu dengan cepat namun nama Siti Khadijah r.a dan kenang-kenangannya tetap hidup suci dalam fikiran Rasulullah s.a.w. Nama Siti Khadijah r.a. sering disebut-sebut sehingga Siti Aisyah r.a pernah berkata :
"Ah asyik Khadijah......Khadijah saja yang disebutnya. Seolah-olah di dunia ini tidak ada perempuan lain selain Khadijah saja......!"

Siti Aisyah r.a memang patut cemburu terhadap Siti Khadijah r.a meskipun telah lama meninggal dunia namun Rasulullah s.a.w tidak pernah melupainya selama hayat dikandung badan. Sebagai Ummul Mu'minin, dia telah banyak berkorban terhadap Rasulullah sa.w dalam semua lapang kehidupannya terutama sekali pengorbanannya terhadap penyebaran Islam yang memang terlalu besar sekali. Siti Khadijah r.a adalah tempat Rasulullah s.a.w meringankan segala penderitaanya juga sebagai tempat pengaduan nasib dari segala kerusingan hidup yang dihadapinya setiap hari dari kaumnya.

Justeru itu, ramai pengkaji sejarah merumuskan bahawa perkahwinan Rasulullah s.a.w dengan seorang isteri yang berusia lebih tua dari baginda dan telah menjadi dua kali janda mengandungi hikmah yang tersembunyi. Sekiranya baginda s.a.w beristeri dengan yang lebih muda mungkin isteri itu tidak mampu menanggung seperti hal-hal yang ditanggung oleh Siti Khadijah binti Khuwailid. Pengalaman dan kesabaran seorang wanita yang lebih umurnya itu tentu sekali telah banyak menolong Siti Khadijah r.a sebagai isteri Nabi Muhammad s.a.w di dalam keadaan masa yang serba rumit penuh dengan masalah itu.

Moga Allah SWT akan membalas segala kebaikannya, merahmatinya dan meredhainya. Amin.




Rabu, 16 Februari 2011

Cinta Rasulullah



Assalammualaikum wrt wbt...


Sebenarnya.....

Rasulullah telah terlebih dahulu mencintai kita sebelum kelahiran kita.
Sesungguhnya kita sangat bertuah.
Cinta Rasulullah tiada tolok bandingnya.
Dipohonnya kepada Allah swt agar ditangguhkan pembalasan atas kesalahan dan kejahatan kita dengan kurnian TAUBAT agar kita dapat bangkit bersamanya.
Rasulullah telah menyediakan hadiah lumayan, buat kita SYAFAATnya di Masyar.
apalagi untuk kita nafikan CINTA TULUS ini.......

Justeru itu.....
Jadikankanlah Nabi Muhammad saw perbandingan amal dan akhlak agar disiplin dalam kehidupan penuh syarie.

Dalam sedar atau mimpi.....
Muhasabah diri, perbanyakkan ilmu, tingkatkan amalan, perhalusi akhlak, utamakan yang wajib, tinggalkan yang dilarang, perbuat yang sunat,mencegah yang mungkar dan perjuangkan Daulah Islamiyyah.
Inilah kewajipan peribadi dan hakiki.
Moga Rasulullah berbangga dengan kita umatnya.

Berdoalah.....
Semoga kita beroleh Syafaat Nabi Muhammad saw di akhirat nanti. InsyaAllah.





Sabtu, 12 Februari 2011

Hari-Hariku Lalui

Assalammualaikum wrt.wbt.

Semoga semua sihat sejahtera sentiasa di bawah perlindungan dan rahmat Allah swt.
Lama tidak membelek blog....nak menulis macam-macam tetapi tiada idea dek kerana sibuk dengan urusan kerja rumahtangga....buntu terus....

Cuti yang panjang tidak bermakna saya punya ruang dan masa yang banyak menghadap blog malah penuh dengan jadual.....




01 Febuari 2011
Seharian seperti biasa mengurus rumahtangga. Petang keluar beli barangan, keperluan kerja-kerja tangan, jalan pula jam. Dalam perjalanan pulang....puteri bongsu called, "ummi balik cepat rumah kita banjir.....". Saya dan suami hairan pula macam mana boleh banjir.....

Aduhai..... sampai di rumah meluru terus masuk ke dalam......habis.......lantai ruang tamu sudah berair.....kapet dah basah....bilik di tingkat atas semua telah basah....


Alhamdullilah ruang makan tamu, bilik bawah, dapur basah dan kering lebih tinggi dari ruang tamu setinggi 1 kaki tidak digenangi air. Air masuk berpunca dari saluran di atas slab garaj yang tersumbat dek daun kering...air tidak boleh melalui saluran terus sebaliknya masuk ke saluran air di bilik mandi saya...akhirnya oleh kerana telah terlalu banyak air melimpah terus masuk ke bilik-bilik tingkat atas dan ruang tamu tingkat bawah....

Ya Allah, tuhan aje yang tahu rasa kacau di hati saya.....jam dah jam 7.00ptg....sebentar lagi akan maghrib....kelas Iqra jam 8.00.....Kerja membersih tidak akan siap dalam masa sejam....perut pulak sudah berbunyi maklum saje jadual makan malam jam 6.30ptg.....

Operasi membersih diketuai oleh suami dan puteri sulung (baru balik asrama....nasiblah ada) di tingkat atas.....yang bongsu bersama saya di tingkat bawah. Difikiran saya kelas Iqra akan saya teruskan....pelajar diletakkan di ruang makan tamu....eh..eh....kemudiannya saya batalkan, terpaksalah buat sms pada semua ibubapa pelajar.....ruang tamu memang berkecah.....saya sempat gulung karpet je....berhenti solat....terus ke dapur siapkan hidangan makan malam....
perut diberi santapan dahulu....

Tingkat atas telah diberesi dan tingkat bawah telah suami saya vacum air yang ada tu.....lepas makan suami ke masjid dan ada mesyuarat, saya solat....seterusnya bermula kerja saya mengemop.....dah mula mengemop, saya pun moplah semua lantai di tingkat bawah....tercabut tulang rusuk saya rasakkan.....

Akhirnya saya pun meminta suami saya tutup je lubang saluran tu....selesai masalah.




02 Febuari 2011

Kerja harian saya bertambah.....mesin basuh dengan setia memerah kain, kering......masuk kain lain...penuhlah kain2 di ampaian dan tikar di atas pagar....karpet belum ada daya lagi ....itu kerja suami pula....

Petang sibuk pula nak sediakan makanan nak buat bekalan ziarah ke rumah bapa dan mak saudara esok. Saya dan adik liza berpakat hendak ziarah semua adikberdadik bonda kami serta ziarah pusara esok.

Saya kena sediakan kuah kacang dan buat sikit kuih, adik liza buat nasi impit.

Malam sewaktu kelas Iqra semua pelajar ingat saya mengemas rumah....licin je lantai tak berkapet.....





3 Febuari 2011

Pagi-pagi sambil masak called bonda ucap selamat hari ulangtahun yang ke 70thn.
Jadual ziarah ada perubahan, pak uda (satu-satunya adik lelaki bonda) ke Ipoh, Ucu (adik bongsu bonda) balik kampung. Akhirnya jadual ditetapkan akan ke rumah mak andak dan rumah besan bonda serta ziarah pusara.

Seusai solat saya dan keluarga menghala ke tol batu 3... Liza dan keluarga dah tiba dahulu. Kami konvoi menuju detinasi yang di jadual....

Selesai ziarah mak andak..... kami ke pusara enchek (kakak bonda) di puchong.






Akhirnya kami ke pusara ayahanda tersayang allahyarham Haji Mahmood b Mat Dahan di Seksyen 21 Shah Alam.






04 Febuari 2011

Seusai subuh saya menyediakan sarapan sambil membasuh pakaian. Sekembali suami dari masjid kami sarapan. Puteri sulung saya demam (semalam dah mula demam). Setelah mengemas meja makan saya menyidai baju dan suami terus membasuh karpet.....dah berhari tersadai kat luar rumah.....mak ooii beratnya bila saya tolong sidai ke ampaian....

Kami bila dah duduk di luar rumah selalu sampai ke tengahari....mengerjakan pokok2, cantas sana, buang situ, ubah kiri, letak kanan......tapi kalau suami saya mencantas paling saya bimbang sebab nanti gondol pokok jadinya (ada beberapa pokok tu suami saya tak usik dia tahu pokok tu mesti ikut fesyen saya).....hari ni banyak juga pokok yang terpaksa dibuang dan trim pokok di luar pagar....guna gunting, guna parang cincang, guna parang panjang.......

Sedang saya mencantas-cantas tu (11.30) ada panggilan telefon.....oh, kak liza sek 24....ajak pergi rumah kak Ramlah di Sek 28...Lepas bincang dengan suami.....setuju, suami masing2 Jumaat di Munawarrah....
ok....aksi seterusnya, saya masuk ke dapur..... ikan tadi dah keluarkan dari freg, bersihkan letak garam.....masuk dalam oven... kira pangganglah.... masak nasi..... goreng belacan kangkung (alhamdulilllah kangkung dah siap siang bersih dari semalam)......buat air asam...

Masuk bilik....gosok pakaian suami dan jubah sendiri.....mandi. Siapkan hidangan.....makan, kami terus keluar (12.40)...... 2 puteri tinggal di rumah..

Cerita di rumah Kak Ramlah tak saya kongsikan.....perkara biasa, perjumpaan sahabat.

Dari rumah kak Ramlah saya terus ke Az-Zain beli keperluan dapur dan bahan untuk majlis hari lahir bonda esok.

Dalam perjalanan dapat panggilan dari Pn Ruziah menempah 2 kek untuk harikelahiran dan ulangtahun perkahwinan, esok pagi nak.....

Sampai di rumah terus buat dua biji kek......

Lewat petang hubungi puteri di madrasah.....maklumkan besok ambil dia, tanya nak makan apa....ringkas je permintaanya..... nasi goreng.

Malamnya tentu sibuk dengan kek....masak nasi, rendam pulut dan sediakan bahan untuk masak pagi esok.


Hasilnya...










05 Febuari 2011

Awal pagi masak nasi goreng, goreng ikan gelama (puteri kedua suka). Buat Air, lepas subuh bersarapan..... Buat ais limau nipis, siap semua bekalan....masukkan dalam kereta.

Perlu singgah ke bandar Nusarhu menghantar beberapa barangan untuk masakan majlis malam nanti. Pemanduan di teruskan...singgah di Pekan Kapar menghantar kek tempahan Pn ruziah. Perjalanan diteruskan ke Sg. Besar.....ambil puteri.....makan bersama bekalan di tempat biasa Masjid Tebuk Mufrat.

Selesai makan singgah sekejap di Pekan Sg. Besar....beli kain buat hadiah bonda.

Solat di Masjid Sg. Besar.
Usai solat teruskan perjalanan kembali ke Shah Alam.
Sampai di Shah Alam singgah pasar raya NSK beli sayur.

Tiba di rumah jam 5.30ptg. Saya mandi dan terus ke dapur. (badan macam nak demam je).
Pertamanya kukus pulut seterusnya masak mee goreng dan panas kuah kacang.
Pulut siap masak......menghiaskannya pula.(bincang dgn Liza....asyik kek aje, buat potong pulut kuning pulaklah..)


Hasilnya...






Usai solat Isyak, kami bertolak ke rumah Liza, sambut hari lahir bonda di situ. Ok Liza dah siap dengan pizzanya......








BONDA DI USIA 70 TAHUN






Kami pulang ke rumah jam 1.00 pagi. Tiada apa yang boleh dibuat lagi badan dah tidak bermaya melainkan gosok gigi dan terus tidur.....







06 Febuari 2011

Pagi-pagi dah menjengah ke dapur, membasuh pakaian dan memasak. Sarapan pagi pizza dan mee goreng.
Menu tengahari ini dari puteri kedua A,isyah. Ayam masak merah, ikan gelama goreng, sayur campur berudang.

Suami saya sibuk melayan orang menutup lubang saluran yang mengakibatkan rumah banjir.......
Harap tidak timbul masalah lagi......

Selepas solat...makan tengahari.
Jam 3.30ptg bertolak ke Sg.Besar menghantar semula puteri ke Madrasah.
Puteri sulung masih demam jadi hari ni tak balik ke asrama.

Singgah Asar di Masjid Assam Jawa.
Singgah Maghrib di Masjid Tebuk Mufrat.
Hantar puteri ke asrama selepas Maghrib.
Suami memandu pulang.....jam sedikit.
Sampai rumah jam 2.00pagi. Saya dah rasa seram sejuk...demamlah nanti....



07 - 12 Febuari 2011

Saya tidak aktif, saya benar-benar demam kuat.

Jauh di sudut hati saya tetap merasakan kepadatan masa dan kepenatan hilang lebur bila semua mencapai seperti yang dimatlamatkan. Saya bersyukur, berulang aliknya saya ke Sg. Besar akhirnya saya dan suami melunaskan tanggungjawab dan puteri kami mendapat pendidikan. Alhamdulillah puteri sulung telah tamat tingkatan 5, kini sedang buat STAM di SAMTAJ Seksyen 11 Shah Alam sementara puteri yang kedua telah pun menamatkan hafizahnya pada 31 Disember 2010 dan kini sedang buat Syahadah. Syukur Ya Allah.... atas nikmatMu.